Cara Mengurus IMB
[ Properti ]

Mengenal IMB Dan Cara Mengurusnya

Sebagai salah satu aset yang berharga, rumah perlu dijaga dan dilindungi. Karena itu, kita harus memiliki dokumen-dokumen yang menandakan kepemilikan tanah dan bangunan. Jika tidak, kita bisa terkena masalah seperti penipuan serta perebutan hak milik. Salah satu dokumen yang wajib kita miliki adalah IMB. Yuk kenalan dengan IMB dan cara untuk mengurusnya!

Apa itu IMB?

Cara Mengurus IMB

IMB (Izin Mendirikan Bangunan) merupakan sebuah landasan untuk melegalkan pendirian sebuah bangunan. IMB diatur dalam UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Jadi, setiap bangunan di Indonesia wajib memiliki IMB. Dalam IMB, terdapat data bangunan secara rinci seperti peruntukan dan jumlah lantai. IMB juga dikategorikan ke beberapa jenis. Beberapa diantaranya ialah IMB Rumah Tinggal serta IMB Bangunan Umum Non-Rumah. Masing-masing IMB tersebut memiliki syarat yang berbeda-beda. Semakin rumit dan tinggi sebuah bangunan, semakin banyak juga pertimbangan dalam memberikan IMB.

Mengapa IMB Penting?

IMB merupakan dokumen yang sangat penting. Salah satunya ketika akan mengajukan kredit ke bank. Melalui IMB, bank dapat menilai bangunan yang dijadikan jaminan utang tersebut. Bank juga dapat memastikan bangunan tersebut telah dibangun sesuai aturan. Contohnya ialah pembangunan rumah tinggal di lokasi yang diizinkan, pembangunan ruko di daerah komersil, serta pembangunan perkantoran yang sesuai dengan area publik.

Jika tidak memiliki IMB, akan ada sanksi terhadap pemilik bangunan. Sanksi tersebut dapat bermacam-macam. Terdapat sanksi yang cukup ringan yakni berupai pemberhentian pembangunan sementara hingga memperoleh IMB. Selain itu, terdapat juga sanksi berupa denda yang paling banyak berjumlah 10% dari nilai bangunan.  Sementara itu, sanksi paling fatal berupa pembongkaran bangunan.

Cara Mengurus IMB

Untuk memperoleh IMB, terdapat biaya yang harus dibayarkan. Biaya IMB ini ditentukan oleh lima faktor. Faktor-faktor tersebut ialah luas bangunan, indeks kontruksi, indeks fungsi, idenks lokasi, serta tarif dasar. Biaya IMB di setiap daerah berbeda satu sama lain. Di Jakarta misalnya, biaya untuk memperoleh IMB terbilang cukup tinggi.

Ketika megurus IMB Rumah Tinggal, kita harus mengurus persyaratan administratif terlebih dahulu. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan IMB Rumah Tinggal adalah:

  1. Fotocopy akte perusahaan
  2. Fotocopy KTP pemilik tanah atau pemohon
  3. Fotocopy NPWP pemohon
  4. Fotocopy surat kepemilikan tanah
  5. Fotocopy surat tagihan dan bukti pembayaran PBB tahun berjalan
  6. Ketetapan Rencana Kota (KRK) dari PTSP sebanyak 5 lembar
  7. Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB)
  8. Fotocopy SIPPT dari Gubernur bila luas tanah 5.000 meter persegi atau lebih
  9. Gambar rencana arsitektur sebanyak 5 set
  10. Rekomendasi TPAK untuk perencanaan arsitektur bangunan
  11. Perhitungan dan gambar rencana konstruksi sebanyak 4 set

Setelah menyiapkan semuanya, kita dapat mengajukan permohonan IMB (PIMB) ke loket PTSP di kantor kecamatan setempat. Pertama-tama, kita harus mengisi formulir IMB dan membayar biaya pengukuran. Menurut pengalaman beberapa orang, biaya pengukuran di satu daerah cenderung berbeda dengan daerah lainnya. Namun, kita bisa menegosiasikan biaya tersebut dengan petugas yang terkait. Biasanya, Surat Izin Pengukuran ini akan keluar dalam waktu satu minggu.

Jika proses pengukuran sudah selesai, kita bisa meminta persetujuan terhadap gambar konstruksi bangunan rumah. Setelah disetujui, gambar bangunan tersebut akan dijadikan blueprint sebagai acuan pembangunan. Kemudian, kita akan mendapatkan Izin Pembangunan (IP). Dengan demikian, berarti kita sudah diperbolehkan mendirikan rumah sambil menunggu IMB diterbitkan.

Tags:

admin

Send a Comment

Your email address will not be published.